DESA WISATA LEMBAH KALIPANCUR


Semakin banyak pilihan tempat tujuan wisata kuliner di Semarang. Selain menyajikan aneka makanan lezat dan menggugah selera, belakangan juga banyak tawaran tempat bersuasana alam yang asri dan nyaman.

Jalan-jalan di Kota Semarang memang tak ada matinya. Kota ini seperti surga wisata sekaligus belanja yang senantiasa memanjakan pengunjungnya. Berbagai upaya terus dilakukan untuk bersama-sama menggerakkan sektor wisata, yang tentu berdampak pada ekonomi masyarakat. Termasuk apa yang dilakukan oleh Eko Nugroho, yang membuka usaha Desa Wisata Lembah Kalipancur. Senapas dengan namanya, tempat ini menawarkan suasana yang asri, alami, dan nyaman.

pemancingan_lembah_kalipancur

Lokasi yang berada di Jalan Raya Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan ini memang lebih sebagai tempat wisata kuliner. Sebab, andalan yang ditawarkan kepada pengunjung adalah pemancingan dan rumah makan padepokan di lembah atau kaki gunung. Untuk mencapai lokasi ini, bisa lewat Ngaliyan, tepat sebelum Jembatan Kalipancur atau jembatan bailey yang dipasang Dinas Bina Marga Kota Semarang, baru-baru ini. Jika dari arah Gunungpati, lokasi berada tidak jauh dari jembatan ini.

Sejak dibuka pada Maret 2010 lalu, desa wisata ini terus berbenah. Suasananya pun semakin asri, denga penghijauan yang intensif, sehingga tercipta suasana yang hijau dan sejuk, yang pasti akan disukai pengunjung. Bahkan, tempat ini juga memberikan kesempatan kepada warga sekitar untuk ikut bekerja dan dapat pula menyalurkan hasil kebun dan ternaknya.

Sebagai tempat tujuan wisata kuliner yang dilengkapi pemancingan, tentu saja banyak tersedia gazebo-gazebo atau gubuk-gubuk yang nyaman untuk menikmati menu dengan cara lesehan. Pengunjung bisa menikmati menu andalan ikan bakar dan pijat ikan. Bukan hanya ikan, antara lain gurami dan bandeng bakar goreng, di sini juga ada kluban, sate ayam empuk, tahu bakso, sayur asem, sambel lalap, dan sambel mentah.

Cara pemesanan menu atau ikan di sini terbilang unik dan beda dari tempat-tempat pemancingan lain. Jika kebanyakan dihitung perkilo, di sini perbiji. Selain itu, setelah menikmati menu, pengunjung bisa bersantai dan memulihkan kebugaran dengan memanfaatkan jalan refleksi. Atau jalan-jalan di taman-taman yang kecil dan indah, sambil melihat ikan-ikan kecil hidup di kolam.

k

Oya, setiap memasuki tempat lesehan, ada banyak fotografer amatir yang langsung memotret pengunjung dalam suasana apapun. Ternyata setelah mereka memotret, foto langsung dicetak dan dipajang di pelataran. Bagi pengunjung yang ingin memiliki foto jadinya, mesti bayar. Seperti di acara-acara seminar atau wisuda.

Bagi para penyuka kuliner, tempat ini jelas bisa menjadi alternatif yang menawarkan sensasi keasrian alamnya. Terlebih bagi mereka yang hobi memancing, Desa Wisata Lembah Kalipancur ini merupakan surga yang bisa menjadi rujukan untuk berlibur sekaligus menghibur.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s